Bima merupakan anak kedua dari lima bersaudara, hasil perkawinan antara Rd. Pandu Dewanata dan Kunti Nalibrata. Bima merupakan tokoh yang bodoh tapi memiliki jati diri sebagai seorang yang berjiwa jujur. Karena kejujurannya, Bima memiliki Aji Naga Pasa. Naga berarti ular naga dan pasa berarti suci. Oleh karenanya, Bima selalu jujur dalam arti selalu menjaga kesucian dalam segala ucapan dan tindakan. Aji Naga Pasa selalu melingkari/melilitnya di leher dengan maksud mengawalnya agar Bima menjadi sosok manusia yang jujur. Kalau tidak, maka Naga Pasa akan menggigitnya.
Kesaktian Bima yang lain, adalah Samping Bintulaji. Samping ini memiliki cerita, yaitu jika dikepal akan tersembunyi di kepalan tangannya dan jika dibuka maka sejagat pewayangan akan tertutup. Hal ini merupakan simbol, bahwa Bima jika dapat mengendalikan nafsunya walaupun dicemoohkan oleh anak kecil tidak akan pernah marah. Tapi kalau Bima tidak bisa mengendalikan emosinya, manusia sejagat pewayangan tak akan ada yang mampu mengalahkannya.
Dalam lakon/cerita Bima Suci, Dorna menghendaki Bima palastra. Dorna beranggapan bahwa jika Bima masih hidup, kelangsungan Kerajaan Astina tidak akan berjalan mulus mengingat Suyudana sebagai rajanya tidak legal. Atas dasar itulah, Dorna seolah menyayangi Pendawa terutama kepada adik Bima yaitu Arjuna. Melalui Arjuna maksud Dorna untuk mencelakai Bima relatif cukup berhasil.
Bima mendapat tugas suci harus pergi ke Puncak Gunung Himalaya untuk tujuan tertentu. Konon kabarnya puncak tersebut tempat genderewo dan dedemit kelaparan yang sudah lama tak memangsa manusia. Di perjalanan, Bima bertemu dengan berbagai ujian dan cobaan. Tetapi, ujian dan cobaan tersebut menjadi hikmah karena menambah kekuatan Bima secara batiniah.
Bersambung .....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar